Pusat perbelanjaan Blok M Square bekerja sama dengan kedutaan besar Turki dan Piramid Communication mengggelar pameran “Pedang Nabi”, yakni pameran barang-barang peninggalan Nabi Muhammad SAW, menyambut datangnya Maulid Nabi dan Imlek yang jatuh pada bulan Februari 2010 ini. “Barang-barang peninggalan Rasulullah SAW seperti pedang, tongkat, sandal, kayu siwak, cetakan jejak kaki hingga Tongkat nabi Musa AS dihadirkan bagi pengunjung Blok M Square sejak 23 Januari hingga 23 Februari 2010,” ujar Bayu, Project Manager, Piramid Communication, Selasa (2/2).

Pedang Nabi SAW”Barang bersejarah yang dipamerkan ini adalah koleksi dari Museum Istana Topkapi, Istanbul, Turki,” tambah Bayu. Hanya ada enam dari sembilan buah pedang Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan, yakni Pedang Al Ma’thur, Al Qadib, Al Battar, Dhu Al Faqar, Al Rasub dan Al Qal’i.

Pedang Al Ma’thur, pedang warisan ayahanda Rasulullah SAW sebelum datangnya agama Islam. Pedang Al Qadib, pedang kebesaran Rasulullah SAW yang panjangnya 100 cm ini hanya digunakan untuk pertahanan ketika bepergian dan penyambutan tamu kenegaraan atau musafir kala itu. Kedua pedang ini tidak pernah digunakan dalam peperangan.

Ada juga dipamerkan Pedang Dhu Al Faqar, pedang nabi hasil dari rampasan Perang Badr yang diberikan kepada Ali bin Abi Tholib. Lalu ada Pedang Al Battar, yang juga dinamakan ‘Pedangnya Para Nabi’, hasil rampasan perang Banu Qaynaqa. Di pedang yang panjangnya 101 cm ini tertulis kalimat “Daud Sulaiman Musa Harun Yusuf Zakaria Yahya Isa Muhammad”, yaitu nama-nama para nabi sebagai pengguna pedang ini.

Pedang Nabi SAWDipamerkan juga Pedang Al Rasub. Pedang yang panjangnya 140 cm ini adalah pedang nabi yang dijaga oleh keluarga dan sanak famili Rasulullah SAW di dalam rumahnya.

Pedang berbentuk blade ini memiliki bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran huruf arab yang bertuliskan ‘Ja’far Al Sadiq’. Kabarnya, pedang ini adalah pemberian dari Syeikh Ja’far Al Sadiq, seorang tokoh yang ada di Jerussalem.

Juga ada Pedang Al Qal’i. pedang dengan panjang 100 cm ini adalah salah satu dari tiga pedang hasil rampasan perang dari Banu Qaynaqa. Nama pedang ini diperkirakan berasal dari nama tempat di Syiria atau tempat di dekat daerah Cina dan India. Selain pedang, ada juga dipamerkan dua busur panah Rasulullah SAW. Dua busur panah ini salah satunya terbuat dari bambu dan kabarnya ada yang dari pemberian dari Kaisar Cina kala itu.

Selain itu, ada tongkat Rasulullah SAW, sandal, kayu siwak yang pernah digunakan oleh nabi dan cetakan jejak kaki Rasulullah SAW yang diambil dari Masjidil Aqsa, Palestina.

Bahkan tak hanya itu saja, ada juga Tongkat Nabi Musa AS turut hadir dalam pameran itu. Tongkat inilah yang dahulu pernah berubah jadi ular besar dan memangsa ular-ular para penyihir Fir’aun kala itu. Tongkat ini juga yang pernah digunakan untuk membelah Laut Merah saat Nabi Musa AS dan umatnya dikejar oleh pasukan Fir’aun.

Para pengunjung yang ingin melihat pameran Pedang Nabi ini juga disuguhkan oleh film berdurasi 10 menit tentang pemimpin muslim Shalahuddin Al Ayubi dan tetang barang-barang peninggalan Rasulullah SAW yang berada di Museum Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Tujuan pameran ini tak lain salah satunya adalah membuat masyarakat Indonesia seakan turut bisa merasakan kehadiran junjungan besar nabi umat Islam Muhammad SAW, terutama menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW pada 26 Februari 2010 ini.
sumber: internet

About these ads